Peregrino

Peregrino berarti peziarah. Saya begitu suka menggambarkan hidup ini sebagai sebuah peziarahan. Dan saya adalah orang yang sedang berziarah itu. Pengalamanlah yang membuat saya begitu suka dengan kata ini: peregrino.

Enam tahun lalu (kurang lebih) saya menjalani masa peregrinasi (berziarah). Bersama seorang kawan kami berjalan 350 km dalam jangka waktu 9 hari. Kami tak tahu arah dan tujuan ke mana kami akan pergi. Yang kami tahu bahwa awal perjalanan kami di Cirebon dan tujuan kami ke Kuningan. Berbekal peta kami terus menerka jalan yang harus kami lalui. Kami makan dan minum mengharapkan belas kasih orang. Di malam hari, saat lelah, kami membaringkan diri di rumah penduduk yang bermurah hati dan tak jarang yang penuh kecurigaan. Maka, kami paling sering membaringkan diri di Musolah. Kaki kami lecet, badan kami sakit, kulit kami terbakar, tampang kami tak lebih dari gembel jalanan. Tapi, pada akhirnya, kami pun sampai. Akkkhhh…Tuhan sungguh baik. Dia menyelenggarakan hidup kami selama 9 hari di jalan. Padahal ketakutanku sungguh tak terkira waktu itu. Peregrinasi bagiku adalah sebuah proses penyerahan diri kepada penyelenggaraan Tuhan. Peregrino berarti aku yang berserah diri padaNya.

Bulan lalu, aku menemani teman-teman muda di Brasil. Bersama mereka, kuulangi lagi peregrinasi itu. Kami lalui garis pantai di Sao Paulo. Aku bertanya: “mengapa kami melalui garis pantai ini? Apakah hanya untuk merasakan panas dan dingin, sejuk dan gerah, cerah dan mendung? Apakah hanya untuk menyaksikan dan mendengar deburan ombak yang dahsyat?” Sampai pada satu titik… Akkkhhh…itu gambaran Kasih Tuhan. Ombak yang tiada pernah berhenti berdesir, air yang terus mengalir, matahari yang terus bersinar, semua itu gambaran Cinta-Nya yang terus menerus.

Dalam bahasa Jawa ziarah berarti “siji sing diarah”, satu yang diarah. Dan Yang Satu itu adalah Tuhan Allah yang telah berinkarnasi ke dunia. Maka, peregrinasi adalah proses menuju kepada Dia. Dan saya pun percaya bahwa perjalanan hidup saya adalah perjalanan menuju Dia.

Peregrino.

Advertisements

One thought on “Peregrino

  1. Renungan yang dalam….aku berharap semua pengalaman menjadi peziarah memberimu kekuatan dalam pergulatan sepanjang kehidupanmu, dan lihatlah, betapa Tuhan maha baik dan menyelenggarakan hidupmu dengan cara yang tak terduga…. Doaku untukmu adik….!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s