Tiga Rahasia Iman

homili Fr.General

Rahasia Pertama: Iman ada dalam Hati

Dalam bacaan pertama hari ini disebutkan rahasia iman kita. Dan rahasia yang pertama yang bagi saya paling penting berhubungan dengan seluruh tradisi gereja secara khusus yang cukup familiar dengan kita yakni tradisi Ignasian. Iman pada umumnya berada dalam hati. Ia tidak jauh; kita tidak perlu mencarinya ke surga. Kita tidak perlu membuat spekulasi-spekulasi yang sulit untuk membuktikan iman kita. Ia harus ditemukan dalam hati. Dan hanya ada satu hal yang harus kita lakukan: dengarkanlah hati; lihat apa yang dikatakan oleh hati.

Dan sebagaimana yang sudah pernah saya ceritakan tentang sebuah acara televisi yang saya tonton di Jepang beberapa tahun lalu. Ketika itu saya menonton dengan para jesuit muda. Acara tersebut tentang pertemuan dengan 50 orang muda dua tahun hidup di luar Jepang. Mereka bekerja sebagian korps perdamaian, bekerja dua tahun di Afrika, atau di Amerika Latin, di India, di Pilipina, dll. Dan mereka ditanyai: mengapa Anda pergi ke sana? apa yang terjadi padamu? Dan mereka menjawab satu demi satu bahwa, kami tidak pergi karena alasan yang indah, kami tidak pergi ke sana untuk meningkatkan kemanusiaan, atau melakukan apa pun. Satu demi satu mengatakan: “Saya pergi ke sana, karena penasaran, saya ingin melihat bagaimana kehidupan di luar Jepang, saya ingin melihat bagaimana orang mengatur keluarga mereka, bisnis mereka, dll.” Jadi, itu adalah motivasi yang superfisial. Tapi mereka mengatakan: “tinggal dua tahun dengan orang-orang di sana mengubah diri saya. Dan itu mengubah diri saya karena saya melihat orang-orang yang menderita, orang-orang yang memiliki kesulitan besar tetapi mereka memiliki harapan, mereka memiliki sukacita. Sebuah sukacita yang tidak pernah saya lihat di negara saya sendiri. Sukacita dan keinginan untuk hidup, untuk berjuang, untuk mencari solusi terhadap masalah-masalah. Dan itu mengubah saya.” Dan apa yang saya katakan pada saat itu adalah orang-orang seperti inilah yang saya inginkan bergabung dengan Serikat Yesus. Orang-orang seperti inilah yang punya hati, mereka punya kapasitas untuk bertumbuh dalam Kristus. Mereka punya salah satu rahasia iman kita, bahwa iman itu ada dalam hati bukan di tempat yang sulit tetapi di dalam hati.

 

Rahasia Kedua: Yesus adalah Ringkasan/Ikhtisar Iman Kita

Ringkasan/ikhtisar iman kita adalah Yesus. Yesus adalah ringkasan/ikhtisar dan ia menunjukkan dalam karyanya yang sangat sederhana, dalam perumpamaan-Nya, khotbahnya, dan hidupnya. Dan dia mengatakan kepada kita bahwa Allah adalah belas kasih. Kita tidak perlu memperumit, kita tidak perlu buku teologi yang tebal untuk membuktikannya. Kita perlu hati. Hati yang dapat bereaksi dalam garis belas kasih Allah. Dan menurut saya bahwa popularitas Paus Fransiskus justru bahwa ia berbicara dalam bahasa yang sangat sederhana. Saya melihat presentasi powerpoint yang dikirim oleh seseorang kepada saya dari Jepang tapi dibuat di Amerika Latin. ‘Beberapa permintaan untuk Paus.’ Dan salah satu permintaan itu adalah “continue to give us the teaching of Benedict, but in you own language. Make it simple, make it accessible, so that our heart a move.” Dan saya pikir itu permintaan sangat bermakna.

 

Rahasia Ketiga: Rahasia dari Rahasia adalah KasihWP_20130714_007

Rahasia ketiga yang kita peroleh dari Injil. Rahasia dari rahasia adalah kasih. Kasih Allah sebagaimana yang kita dengar dari perumpamaan tentang orang Samaria yang baik yang Anda ketahui dengan sangat baik. Kasih Allah berubah menjadi kasih kepada sesama. Ini hati yang penuh kasih (loving heart). Perbedaannya apa? Ini bukan soal siapa yang kita kasihi. Ini soal kita mengasihi atau tidak. Itulah pertanyaannya. Dan sebagaimana yang saya katakan tentang seorang uskup di Kamboja (di sini ada tiga delegasinya, Anda dapat bertanya kepada mereka, mereka dari Battambang). Dia memilih simbol keuskupannya adalah jerapah. Mengapa ia memilih jerapah? Karena jerapah adalah salah satu hewan yang memiliki hati besar. Berat hati jerapa sekitar 4 atau 5 kg, untuk memompa darah ke otak. Jadi jerapah memiliki hati yang besar dan titik pandang yang sangat tinggi. Jerapah dapat melihat kenyataan yang jauh lebih tinggi daripada yang kita lihat. Dan saya pikir, perayaan pada hari ini mengutus Anda ke pengalaman-pengalaman baru, di mana Anda akan menemukan orang-orang, situasi, pemandangan, keindahan yang mungkin belum pernah Anda lihat sebelumnya. Dan pesan saya adalah biarkan hati dan matamu tetap terbuka, untuk menerima, menyambut dan melihat apa yang dilakukannya untuk kita. Kita mungkin akan diubah oleh pengalaman itu jika kita terbuka padanya.

 

Ini adalah terjemahan kotbah Pater Adolfo Nikolas SJ dalam Misa MAGIS Brasil 2013 yang disampaikan dalam Bahasa Inggris.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s