Aku masih mencintaimu

Keinginan Bartimeus hanyalah sederhana namun eksistensial bagi dirinya. Dia menginginkan kesembuhan, dan persis bahwa keinginan itulah yang mengantarnya untuk memperolehnya.

Iri aku dengan Bartimeus. Mengapa imannya begitu kuat dasarnya. Juga dengan orang-orang, saudara-saudaraku yang punya keintiman relasi yang mengokohkan hidupnya juga, setidaknya membuat mereka yakin dengan apa yang dijalaninya. Sirik aku dengan mereka.

Sudah kukatakan aku ragukan semua mimpi mulia nan heroik yang pernah ada. Barangkali aku akan mendapatnya, tapi aku ragukan juga diriku yang menjalaninya. Aku ragukan kesiapanku, aku cemaskan kesetiaanku, aku takutkan kekuatanku. Melihat samudera dengan gelombang badai dahsyat, padang gurun kering membakar, bukit dengan tanjakan penuh kerikil; sewaktu-waktu batu besar bisa menjatuhimu dari atas. Aku ragukan apakah aku bisa. Jujur, aku tak mau jatuh pada lubang yang sama di mana orang, pendahuluku juga jatuh. Aku ragu, cemas, takut.

Di sinilah aku Tuhan, berdiri lunglai, tak berdaya dan tak kuat lagi. Maka, jika Bartimeus memiliki keinginan untuk sembuh bahkan aku rasa aku tak punya keinginan semacam itu untuk diriku.

Ignatius bahkan menurunkan level pertanyaannya apakah kau punya keinginan untuk menginginkannya?

Well, kujernihkan hati dan budiku, kumantapkan jalan yang harus kulewati. Ingin rasanya kujauhkan mimpi yang pernah ada dan kubuang jauh biar yang baru datang lagi dan kurajut kisah bersamanya. Sulit. Mimpi yang sama masih membayangiku, samar-samar memang tapi ada. Mimpi itu masih bersuara, lirih memang tapi ada. Dia undang aku untuk mencapainya, dia undang aku berbulan madu bersamanya. Sulit.

Aku lelah dan menyerah. Kau luar biasa jauh melebihi yang terpikirkan. Sampai-sampai, aku harus akui bahwa rasa itu masih ada. Dan dengan malu-malu pula kukatakan dari hati terdalamku “aku masih mencintaimu”. Aku tak tahu sampai kapan; tak tahu pula sampai di mana kubisa berdiri tegar memanggul salib hidupku; salib yang kuyakini membawaku sampai pada kemuliaan. Yang kutahu bahwa “aku masih ada rasa denganmu; aku masih ingin melanjutkan kisah kita karena aku masih mencintaimu.”

Jadi!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s